KORAN GALA – Dunia usaha di Kabupaten Bandung mulai bergerak untuk mengaktifkan kembali kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) setempat setelah struktur organisasi di tingkat provinsi dinyatakan definitif.
Terpilihnya Almer Faiq Rusydi sebagai Ketua Umum Kadin Jawa Barat periode 2025-2030 dinilai membuka jalan bagi konsolidasi organisasi hingga ke daerah.
Momentum ini dimanfaatkan para pelaku usaha di Kabupaten Bandung untuk mendorong pembentukan kembali kepengurusan Kadin yang sempat vakum lebih dari satu tahun.
Kekosongan tersebut terjadi sejak berakhirnya masa bakti pengurus sebelumnya yang dipimpin almarhum Haji Agus Ruslan pada Desember 2024, sementara proses regenerasi belum dapat berjalan karena belum adanya kepastian di tingkat provinsi.
Para anggota Kadin yang tergabung dalam Forum Komunikasi Anggota Kadin Kabupaten Bandung menilai, reaktivasi ini bukan sekadar agenda organisasi, melainkan kebutuhan strategis bagi pelaku usaha lokal.
Tanpa kepengurusan yang sah, komunikasi dunia usaha dengan pemerintah daerah dan mitra bisnis menjadi tidak terkoordinasi.
“Kepemimpinan baru di Kadin Jawa Barat membawa suasana yang lebih kondusif. Sekarang saatnya Kadin Kabupaten Bandung kembali aktif secara organisatoris agar pelaku usaha punya wadah resmi untuk menyampaikan aspirasi dan membangun kolaborasi,” ujar Ketua Forum Komunikasi Anggota Kadin Kabupaten Bandung, Adri Jumastopo, Kamis (26/2/2026).
Menurut Adri, kekosongan kepengurusan selama lebih dari satu tahun berdampak langsung pada keterlibatan pelaku usaha dalam berbagai program strategis, baik yang digagas pemerintah daerah maupun dunia usaha sendiri.
Padahal, Kadin memiliki fungsi sebagai jembatan antara sektor swasta dan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia menambahkan, reaktivasi Kadin Kabupaten Bandung diharapkan dapat melahirkan kepemimpinan baru yang mampu melanjutkan semangat perjuangan almarhum Haji Agus Ruslan dalam membangun sektor industri, perdagangan, dan jasa di wilayah tersebut.
Selain itu, Kadin juga diharapkan kembali aktif memperluas jaringan pasar serta memperkuat posisi pelaku usaha lokal di tingkat regional maupun nasional.
Para pelaku usaha pun mendorong Kadin Jawa Barat di bawah kepemimpinan Almer Faiq Rusydi untuk segera memfasilitasi proses pembentukan kepengurusan definitif di Kabupaten Bandung.
Langkah ini dipandang penting agar roda organisasi dapat kembali berjalan sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Kadin.
“Tanpa kepengurusan yang diakui secara resmi, banyak potensi kerja sama yang terhambat. Padahal, tantangan ekonomi ke depan membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah daerah dan dunia usaha,” kata Adri. ***

